09-Nov-2011, 10:58:44WIB | |
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menerima laporan kontingen petembak Indonesia yang telah selesai melaksanakan lomba tembak antar negara ASEAN (AARM-21/.2011) yang diselenggarakan dari tanggal 14 hingga 27 Oktober 2011 diLapangan Tembak Kartika Divisi Infanteri 1/Kostrad Cilodong, Jawa Barat. Rabu. (09/11)
Kontingen Indonesia sebagai Juara umum berhasil mengumpulkan 18 emas, 13 perak, dan 8 perunggu serta 9 trophy pada kegiatan AARM-21/2011, Juara kedua ditempati kontingen asal Thailand dengan perolehan 4 emas, 10 perak dan 10 perunggu serta 2 tropy. Diposisi ketiga diraih Kontingen asal Philipina dengan 4 emas, 5 perak dan 4 perunggu serta 2 trophy. Sementara itu personel Kontingen lomba tembak AARM Angkatan Darat berjumlah 69 orang, 42 orang diantaranya petembak, dari 42 petembak tersebut 6 orang diantaranya petembak wanita (Kowad) , bertindak sebagai Komandan Kontingen Letkol Inf Djon Afriandi dan sebagai Wadan Kontingen Mayor Inf Is Abdul Rasi.
(Dispenad)
| |
Sindangsari adalah sebuah Desa yang berada di wilayah Kecamatan Luragung,Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat. Desa yang berpenduduk 1572 jiwa ini semula bernama Cikadukulon,namun pada akhirnya seorang tokoh masyarakat/kasepuhan yang bernama Abah Suwalpi Sumintaatmaja atau lebih populer dengan sebutan Abah Bupati (mantan Bupati Bandung dan Kuningan era tahun 60an) mengganti nama Cikadukulon dengan Sindangsari.
'WILUJENG SUMPING'
Riung mungpulung Urang Sindangsari
Silih Asah Silih Asih Silih Asuh
Selasa, 08 November 2011
KASAD MENERIMA LAPORAN KONTINGEN PETEMBAK AARM-21/2011
Tabrakan Karambol terjadi di Cijambe Subang
Rabu, 09/11/2011 - 11:50
DODO RIHANTO/"PRLM"
DUA kendaraan yang terlibat tabrakan beruntun terhempas di tepi Jalan Raya Subang-Bandung tepatnya di kelokan Desa/Kec.Cijambe, Rabu (9/11). Tidaka ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun enam...
SUBANG, (PRLM).- Tabrakan karambol yang melibatkan empat mobil dan tiga sepeda motor terjadi di Jalan Raya Subang-Bandung tepatnya di kelokan Desa Cijambe,
Kec. Cijambe, Rabu (9/11) pukul 09.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun enam orang dilaporkan menderita luka berat, dan tiga kendaraan yang terlibat dalam peristiwa itu rusak berat dan sisanya rusak ringan.
Kec. Cijambe, Rabu (9/11) pukul 09.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun enam orang dilaporkan menderita luka berat, dan tiga kendaraan yang terlibat dalam peristiwa itu rusak berat dan sisanya rusak ringan.
Menurut keterangan sejumlah saksi mata, peristiwa itu bermula saat truk tronton pengangkut air kemasan yang datang dari arah Bandung terlihat oleng. Mobil itu tidak terkendali ketika melaju pada jalan yang menurun.
Selanjutnya, truk yang sarat oleh galon aiar meneral
tersebut menyerempet dua mobil yang datang dari arah berlawanan, hingga akhirnya terhempas dan menggencet sebuah mini bus (elf) angkutan umum dan tiga motor sekaligus.
tersebut menyerempet dua mobil yang datang dari arah berlawanan, hingga akhirnya terhempas dan menggencet sebuah mini bus (elf) angkutan umum dan tiga motor sekaligus.
Akibat peristiwa itu, sopir truk tronton, sopir elf, dan tiga
pengendara sepeda motor mengalami luka berat. Korban dilarikan ke tiga tempat yakni Puskesmas Jalancagak, Rumah Sakit PTPN dan RSUD Ciereng, Subang.
pengendara sepeda motor mengalami luka berat. Korban dilarikan ke tiga tempat yakni Puskesmas Jalancagak, Rumah Sakit PTPN dan RSUD Ciereng, Subang.
Kepala Satuan lalu-lintas Kepolisian Resort Subang, Ajun Komisaris Agun Guntoro yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, dari hasil olah TKP, pihaknya menduga kejadian itu dipicu oleh rem blong truk tronton pengangkut galon Aqua. Akibatnya sopir truk tidak bisa mengedalikan kedaraannya ketika melintas pada jalan yang menurun.
“Dari hasil olah TKP tidak ditemukana bekas cakaran pada badan jalan. Artinya, rem tidak berfungsi,” ujar Agun.
Namun demikian, Agun tidak beranai menyebutkan apakah truk tronton itu layak pakai atau tidak. Menurut dia, untuk mengarah ke hal itu, pihaknya perlu melakukan penyilidikan dan kajian lebih jauh bersama isntansi terkait lainnya.
Sumber : Harian Oikiran Rakyat Online
Misteri di Gunung Hejo
Jumat, 09/09/2011 - 14:16
TAUFIK ILYAS/"PRLM"
WILAYAH Gunun Hejo masih angker
PURWAKARTA, (PRLM).- Gunung Hejo yang melingkar di tol Cipularang menyimpan penuh misteri. Gunung yang dikelilingi perkebunan karet Perkebunan Nusantara VIII Gunung Hejo-Cikumpay oleh warga dan penziarah dijadikan tempat keramat.
Di sana, hampir tiap hari didatangi penziarah yang datang dari berbagai daerah tidak hanya pulau Jawa bahkan sampai datang dari Batam. Kuncen Gunung Hejo, Jaya Sukaya kepada "PRLM", mengatakan, Gunung Hejo yang berada di Desa Gunung Hejo, Kecamatan Darangdan, Purwakarta selama ini dijadikan tempat keramat oleh orang-orang.
Menurutnya, di Gunung Hejo itu tidak ada makam orang suci ataupun wali tapi di sana sebagai tempat Patilasan Kasuhunan Prabu Siliwangi. "Cerita orang tua dulu bahwa Prabu Siliwangi menjadikan Gunung Hejo sebagai tempat kompromi," katanya.
Ketika didesak pertanyaan, dengan siapa Prabu Siliwangi berkrompomi, apakah dengan makhluk gaib atau dengan pasukan apa ? Kuncen Gunung Hejo itu tidak bisa memberikan jawaban.
Di atas Gunung Hejo terdapat sebuah tempat yang dianggap keramat. Tempat ziarah yang selalu dikunjungi orang itu merupakan bangunan berbentuk makam. Namun menurut kuncen Jaya, bangunan itu sebenarnya bukan makam tapi tempat patilasan. "Bangunan mirip makam itu merupakan kebaikan dari orang Sumedang yang berhasil setelah berziarah ke sini," kata Jaya.
Tempat patilasan Prabu Siliwangi itu merupakan puser dayeuh berupa seonggok batu yang menutup lubang yang sangat dalam. Keangkeran Gunung Hejo yang dianggap sebagai sebuah mitos menjadi buah bibir masyarakat seiring dengan banyaknya terjadi kecelakaan di ruas tol Cipularang terutama Km 97-90 arah Bandung-Jakarta.
Jaya menambahkan, mitos Gunung Hejo yang dianggap angker dengan kerap meminta tumbal sebenarnya hanya ungkapan dari mulut ke mulut saja. Namun yang jelas, kata Jaya, di Gunung Hejo itu dulu menjadi tempat bernaung binatang monyet tapi sekarang sudah punah.
Sumber : Harian Pikiran Rakyat Online
Predator Bawah laut yang berkaki 50
LIVESCIENCE/"PRLM"
TEGOPELTE, arthropoda yang hidup 500 juta tahun yang lalu.*
SASKATCHEWAN, (PRLM).- Makhluk purba mirip kecoa kuno yang panjangnya hampir satu kaki panjangnya berjalan dengan cepat di sepanjang dasar laut dalam yang kini disebut Kanada, demikian terungkap dalam penemuan fosil baru.
Fosil, berusia 500 juta tahun ini, merupakan makhluk besar dasar laut yang memiliki sekurangnya 25 pasang kaki. Hewan itu kemungkinan arthropoda yang disebut Tegopelte, raksasa langka yang sangat jarang ditemukan memfosil. Arthropoda adalah invertebrata dengan kerangka luar, kelompok yang mencakup krustasea dan serangga masa kini.
Dari laporan penemuan,Selasa (8/11), dalam jurnal Proceeding of Royal Society B, peneliti yang dipimpin Nicholas Minter dari University of Saskatchewan, Kanada menunjukkan bahwa Tegopelte adalah predator yang menakutkan dan mampu bergerak cepat di dasar laut dengan hanya beberapa kaki yang menyentuh tanah pada saat yang sama.
Fosil-fosil baru, lima jejak kaki yang dibuat oleh arthropoda kuno ini, ditemukan di dua lokasi di Yoho National Park di British Columbia dalam formasi geologi yang disebut Burgess Shale.
Sumber : Harian Pikiran Rakyat Online
Berkunjung ke Daerah Perbatasan Kuningan
Menelusuri Daerah Perbatasan Kuningan
SEPINTAS tidak akan ada yang mengira jika di lereng Gunung Bongkok wilayah Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ada satu perkampungan penduduk. Desa Capar, nama perkampungan itu merupakan daerah terpencil yang berbatasan dengan Kabupaten Kuningan Jawa-Barat.
Kendati merupakan daerah terpencil, namun kondisi perkampungan itu tidak jauh berbeda dengan desa-desa lainnya, karena sudah didukung oleh sarana insfrastruktur yang memadai. Contohnya jalan desa yang sudah diaspal, bangunan sekolah dasar, kantor kepala desa, penerangan listrik dan sarana lainnya.
Entah sejak kapan kawasan hutan Gunung Bongkok itu menjadi satu perkampungan yang kini sudah menjadi desa yang berpenduduk 700 jiwa 200 kepala keluarga (KK) itu. Yang jelas, Desa Capar memiliki keunikan dimana masyarakat setempat menggunakan bahasa pengantar sehari-hari yakni bahasa Sunda.
“Kalau bicara wilayah memang kami warga Jawa Tengah, tapi kami sudah terbiasa menggunakan bahasa Sunda dan mengenal budaya daerah Sunda,” kata Kemed (40), warga Desa Capar.
Berdasarkan keterangan warga, dulu Desa Capar pernah dikosongkan karena situasi saat itu tidak aman. Banyak warga yang merasa ketakutan dari berbagai rongrongan dari pihak yang mengacaukan situasi, sehingga mereka terpaksa harus mengosongkan perkampungan.
Mereka mengungsi ke daerah Cibingbin Kabupaten Kuningan, yang secara geografis letaknya berada di bawah kawasan Gunung Bongkok. Setelah situasi aman, mereka pun kembali pulang ke kampung halamannya.
Di desa ini mereka mengolah lahan pertanian, berdagang dan meemproduksi gula merah. Hasil produk gula merah, mereka jual ke pasar Cibingbin, Kabupaten Kuningan. Biasanya mereka berjalan menelusuri hutan, karena dianggap lebih dekat dibanding harus ke pusat Kecamatan Salem.
Senin, 07 November 2011
Desa
Sindangsari
Kode Wilayah Desa , 32.08.06.2006
Kecamatan Luragung
Kabupaten Kuningan
Propinsi Jawa Barat
Kode Wilayah Desa , 32.08.06.2006
Kecamatan Luragung
Kabupaten Kuningan
Propinsi Jawa Barat
Selasa, 01 November 2011
5 PANDANGAN HIRUP URANG SUNDA
Rabu, Oktober 29th, 2008
1. Urang Sunda Sabage Pribadi
” Kudu hade gogog hade tagog,urang sunda diharepkeun sajabaning ngabogaan rupa jeung awak anu tegep,pantes,oge ngabogaan budi jeung sikep nu hade.
Nyaur kudu diukur nyabda kudu di ungang,urang sunda kudu bisa ngandalikeun lisan,ngomong kudu aya maksud jeung tujuan nu bener,cumarita kudu diatur sangkan teu nganyerikeun batur.
Sacangreud pageuh sagolek pangkek,urang sunda kudu ngabogaan sikep nu tandes,konsisten,henteu jalir jangji. Pengkuh dina bebeneran.
Ulah lali ka Purwadaksina,urang sunda kudu tetep sederhana,teu meunang kaleuleuwihan dina enggoning ngalakonan kahirupan,kudu inget ka asal, asal jelema mah teu boga nanaon, euweuh nu kudu dipikareueus kabeh oge milik nu Maha Suci Allah nu Maha Kawasa.
2. Hubungan Jeung Nu Nyiptakeuna
Mulih kajati mulang ka asal, urang sunda kudu inget yen jelema mah diciptakeun ku Gusti nu Maha Suci Allah SWT,oge bakal maot balik deui kanu bogana.
Nimu luang tina burang, urang sunda kudu yakin yen sagala kasusah tangtu aya hikmahna, nu kudu di teang hikmah tina sagala kajadian eta.
3. Hubungan Jeung Lingkungan Sosial
Kudu silih asih,silih asah jeung silih asuh, urang sunda kudu hirup rukun silih pikanyaah, silih simbeuh ku kadeudeuh.
Pondok jodo panjang baraya, urang sunda kudu boga kayakinan sanajan lain jodo tapi babarayaan/duduluran mah teu meunang pegat.
Ulah ngaliarkeun taleus nu ateul, urang sunda teu meunang nyebarkeun isu/berita, nu can tangtu bener, komo deui nu teu bener.
Bengkung ngariung bongkok ngaronyok, sanajan susah kudu tetep babarengan.
Nyhunkeun bobot pangayun timbang taraju, kaadilan nyaeta milik sakabeh jelema, kitu oge urang sunda kudu miharep diperlakukeun adil, oge kudu ngabogaan rasa kaadilan ka sasama.
Lain palid ku cikiih,lain datang ku cileuncang, urang sunda mah lamun datang kahiji tempat kudu boga pamaksudan nu puguh, jadi unggal rek indit-inditan kamana wae, rek hadir dimana wae oge tinangtu boga tujuan.
Taraje nanggeuh dulang tinande, urang sunda mah lamun dibere pancen naon wae kudu ngajalankeun kawajiban anu bener.
4. Hubungan Jeung Lingkungan Alam
Manuk hiber kujangjangna, jalma hirup ku akalna, urang sunda ngabogaan kayakinan yen tiap-tiap mahluk boga carana sorangan dina ngajalankeun kahirupanna.
Jawadah tutung biritna, sacara-carana urang sunda kudu ngahargaan kana kabiasaan batur sanajan beda jeung urang sorangan.
5. Kamajuan Lahiriah Ku Jalan Taat kana Norma-norma
Ulah pagiri-giri, pagirang-girang tampian, urang sunda teu meunang parebut kakawasaan jeung jabatan.
Ulah ngukur baju sasereg awak, urang sunda teu meunang ningali masalah tina kapentingan pribadi.
Ulah nyaliksik ku buuk leutik, urang sunda teu meunang meres ka jelema leutik (rahayat).
Ulah kumeok memeh dipacok, urang sunda teu meunang mundur samemeh ihtiar.
Kudu bisa kabula kabale, urang sunda mah ka bisa hirup dimana wae, wawuh/gaul jeung saha wae (fleksibel).
Mun teu ngopek moal nyapek, mun teu ngakal moal ngakeul, mun teu ngarah moal ngarih, urang sunda mah kudu bisa usaha satekah polah (maksimal) keur nedunan pangabutuh”.
Kahatur kanggo ka Urang Sunda sadayana anu aya dimana wae,mudah-mudahan 5 Pandangan Hirup ieu sing jadi hiji patokan jeung cermin urang sadaya dina enggoning ngalakonan kahirupan didunya.
Mugia Urang Sunda slawasana sing jadi WAWANGI di Nusantara……….Amin.
1. Urang Sunda Sabage Pribadi
” Kudu hade gogog hade tagog,urang sunda diharepkeun sajabaning ngabogaan rupa jeung awak anu tegep,pantes,oge ngabogaan budi jeung sikep nu hade.
Nyaur kudu diukur nyabda kudu di ungang,urang sunda kudu bisa ngandalikeun lisan,ngomong kudu aya maksud jeung tujuan nu bener,cumarita kudu diatur sangkan teu nganyerikeun batur.
Sacangreud pageuh sagolek pangkek,urang sunda kudu ngabogaan sikep nu tandes,konsisten,henteu jalir jangji. Pengkuh dina bebeneran.
Ulah lali ka Purwadaksina,urang sunda kudu tetep sederhana,teu meunang kaleuleuwihan dina enggoning ngalakonan kahirupan,kudu inget ka asal, asal jelema mah teu boga nanaon, euweuh nu kudu dipikareueus kabeh oge milik nu Maha Suci Allah nu Maha Kawasa.
2. Hubungan Jeung Nu Nyiptakeuna
Mulih kajati mulang ka asal, urang sunda kudu inget yen jelema mah diciptakeun ku Gusti nu Maha Suci Allah SWT,oge bakal maot balik deui kanu bogana.
Nimu luang tina burang, urang sunda kudu yakin yen sagala kasusah tangtu aya hikmahna, nu kudu di teang hikmah tina sagala kajadian eta.
3. Hubungan Jeung Lingkungan Sosial
Kudu silih asih,silih asah jeung silih asuh, urang sunda kudu hirup rukun silih pikanyaah, silih simbeuh ku kadeudeuh.
Pondok jodo panjang baraya, urang sunda kudu boga kayakinan sanajan lain jodo tapi babarayaan/duduluran mah teu meunang pegat.
Ulah ngaliarkeun taleus nu ateul, urang sunda teu meunang nyebarkeun isu/berita, nu can tangtu bener, komo deui nu teu bener.
Bengkung ngariung bongkok ngaronyok, sanajan susah kudu tetep babarengan.
Nyhunkeun bobot pangayun timbang taraju, kaadilan nyaeta milik sakabeh jelema, kitu oge urang sunda kudu miharep diperlakukeun adil, oge kudu ngabogaan rasa kaadilan ka sasama.
Lain palid ku cikiih,lain datang ku cileuncang, urang sunda mah lamun datang kahiji tempat kudu boga pamaksudan nu puguh, jadi unggal rek indit-inditan kamana wae, rek hadir dimana wae oge tinangtu boga tujuan.
Taraje nanggeuh dulang tinande, urang sunda mah lamun dibere pancen naon wae kudu ngajalankeun kawajiban anu bener.
4. Hubungan Jeung Lingkungan Alam
Manuk hiber kujangjangna, jalma hirup ku akalna, urang sunda ngabogaan kayakinan yen tiap-tiap mahluk boga carana sorangan dina ngajalankeun kahirupanna.
Jawadah tutung biritna, sacara-carana urang sunda kudu ngahargaan kana kabiasaan batur sanajan beda jeung urang sorangan.
5. Kamajuan Lahiriah Ku Jalan Taat kana Norma-norma
Ulah pagiri-giri, pagirang-girang tampian, urang sunda teu meunang parebut kakawasaan jeung jabatan.
Ulah ngukur baju sasereg awak, urang sunda teu meunang ningali masalah tina kapentingan pribadi.
Ulah nyaliksik ku buuk leutik, urang sunda teu meunang meres ka jelema leutik (rahayat).
Ulah kumeok memeh dipacok, urang sunda teu meunang mundur samemeh ihtiar.
Kudu bisa kabula kabale, urang sunda mah ka bisa hirup dimana wae, wawuh/gaul jeung saha wae (fleksibel).
Mun teu ngopek moal nyapek, mun teu ngakal moal ngakeul, mun teu ngarah moal ngarih, urang sunda mah kudu bisa usaha satekah polah (maksimal) keur nedunan pangabutuh”.
Kahatur kanggo ka Urang Sunda sadayana anu aya dimana wae,mudah-mudahan 5 Pandangan Hirup ieu sing jadi hiji patokan jeung cermin urang sadaya dina enggoning ngalakonan kahirupan didunya.
Mugia Urang Sunda slawasana sing jadi WAWANGI di Nusantara……….Amin.
Rabu, 29 Oktober 2008
1. Urang Sunda Sabage Pribadi
” Kudu hade gogog hade tagog,urang sunda diharepkeun sajabaning ngabogaan rupa jeung awak anu tegep,pantes,oge ngabogaan budi jeung sikep nu hade.
Nyaur kudu diukur nyabda kudu di ungang,urang sunda kudu bisa ngandalikeun lisan,ngomong kudu aya maksud jeung tujuan nu bener,cumarita kudu diatur sangkan teu nganyerikeun batur.
Sacangreud pageuh sagolek pangkek,urang sunda kudu ngabogaan sikep nu tandes,konsisten,henteu jalir jangji. Pengkuh dina bebeneran.
Ulah lali ka Purwadaksina,urang sunda kudu tetep sederhana,teu meunang kaleuleuwihan dina enggoning ngalakonan kahirupan,kudu inget ka asal, asal jelema mah teu boga nanaon, euweuh nu kudu dipikareueus kabeh oge milik nu Maha Suci Allah nu Maha Kawasa.
2. Hubungan Jeung Nu Nyiptakeuna
Mulih kajati mulang ka asal, urang sunda kudu inget yen jelema mah diciptakeun ku Gusti nu Maha Suci Allah SWT,oge bakal maot balik deui kanu bogana.
Nimu luang tina burang, urang sunda kudu yakin yen sagala kasusah tangtu aya hikmahna, nu kudu di teang hikmah tina sagala kajadian eta.
3. Hubungan Jeung Lingkungan Sosial
Kudu silih asih,silih asah jeung silih asuh, urang sunda kudu hirup rukun silih pikanyaah, silih simbeuh ku kadeudeuh.
Pondok jodo panjang baraya, urang sunda kudu boga kayakinan sanajan lain jodo tapi babarayaan/duduluran mah teu meunang pegat.
Ulah ngaliarkeun taleus nu ateul, urang sunda teu meunang nyebarkeun isu/berita, nu can tangtu bener, komo deui nu teu bener.
Bengkung ngariung bongkok ngaronyok, sanajan susah kudu tetep babarengan.
Nyhunkeun bobot pangayun timbang taraju, kaadilan nyaeta milik sakabeh jelema, kitu oge urang sunda kudu miharep diperlakukeun adil, oge kudu ngabogaan rasa kaadilan ka sasama.
Lain palid ku cikiih,lain datang ku cileuncang, urang sunda mah lamun datang kahiji tempat kudu boga pamaksudan nu puguh, jadi unggal rek indit-inditan kamana wae, rek hadir dimana wae oge tinangtu boga tujuan.
Taraje nanggeuh dulang tinande, urang sunda mah lamun dibere pancen naon wae kudu ngajalankeun kawajiban anu bener.
4. Hubungan Jeung Lingkungan Alam
Manuk hiber kujangjangna, jalma hirup ku akalna, urang sunda ngabogaan kayakinan yen tiap-tiap mahluk boga carana sorangan dina ngajalankeun kahirupanna.
Jawadah tutung biritna, sacara-carana urang sunda kudu ngahargaan kana kabiasaan batur sanajan beda jeung urang sorangan.
5. Kamajuan Lahiriah Ku Jalan Taat kana Norma-norma
Ulah pagiri-giri, pagirang-girang tampian, urang sunda teu meunang parebut kakawasaan jeung jabatan.
Ulah ngukur baju sasereg awak, urang sunda teu meunang ningali masalah tina kapentingan pribadi.
Ulah nyaliksik ku buuk leutik, urang sunda teu meunang meres ka jelema leutik (rahayat).
Ulah kumeok memeh dipacok, urang sunda teu meunang mundur samemeh ihtiar.
Kudu bisa kabula kabale, urang sunda mah ka bisa hirup dimana wae, wawuh/gaul jeung saha wae (fleksibel).
Mun teu ngopek moal nyapek, mun teu ngakal moal ngakeul, mun teu ngarah moal ngarih, urang sunda mah kudu bisa usaha satekah polah (maksimal) keur nedunan pangabutuh”.
Kahatur kanggo ka Urang Sunda sadayana anu aya dimana wae,mudah-mudahan 5 Pandangan Hirup ieu sing jadi hiji patokan jeung cermin urang sadaya dina enggoning ngalakonan kahirupan didunya.
Mugia Urang Sunda salawasana sing jadi WAWANGI di Nusantara……….Amin.
1. Urang Sunda Sabage Pribadi
” Kudu hade gogog hade tagog,urang sunda diharepkeun sajabaning ngabogaan rupa jeung awak anu tegep,pantes,oge ngabogaan budi jeung sikep nu hade.
Nyaur kudu diukur nyabda kudu di ungang,urang sunda kudu bisa ngandalikeun lisan,ngomong kudu aya maksud jeung tujuan nu bener,cumarita kudu diatur sangkan teu nganyerikeun batur.
Sacangreud pageuh sagolek pangkek,urang sunda kudu ngabogaan sikep nu tandes,konsisten,henteu jalir jangji. Pengkuh dina bebeneran.
Ulah lali ka Purwadaksina,urang sunda kudu tetep sederhana,teu meunang kaleuleuwihan dina enggoning ngalakonan kahirupan,kudu inget ka asal, asal jelema mah teu boga nanaon, euweuh nu kudu dipikareueus kabeh oge milik nu Maha Suci Allah nu Maha Kawasa.
2. Hubungan Jeung Nu Nyiptakeuna
Mulih kajati mulang ka asal, urang sunda kudu inget yen jelema mah diciptakeun ku Gusti nu Maha Suci Allah SWT,oge bakal maot balik deui kanu bogana.
Nimu luang tina burang, urang sunda kudu yakin yen sagala kasusah tangtu aya hikmahna, nu kudu di teang hikmah tina sagala kajadian eta.
3. Hubungan Jeung Lingkungan Sosial
Kudu silih asih,silih asah jeung silih asuh, urang sunda kudu hirup rukun silih pikanyaah, silih simbeuh ku kadeudeuh.
Pondok jodo panjang baraya, urang sunda kudu boga kayakinan sanajan lain jodo tapi babarayaan/duduluran mah teu meunang pegat.
Ulah ngaliarkeun taleus nu ateul, urang sunda teu meunang nyebarkeun isu/berita, nu can tangtu bener, komo deui nu teu bener.
Bengkung ngariung bongkok ngaronyok, sanajan susah kudu tetep babarengan.
Nyhunkeun bobot pangayun timbang taraju, kaadilan nyaeta milik sakabeh jelema, kitu oge urang sunda kudu miharep diperlakukeun adil, oge kudu ngabogaan rasa kaadilan ka sasama.
Lain palid ku cikiih,lain datang ku cileuncang, urang sunda mah lamun datang kahiji tempat kudu boga pamaksudan nu puguh, jadi unggal rek indit-inditan kamana wae, rek hadir dimana wae oge tinangtu boga tujuan.
Taraje nanggeuh dulang tinande, urang sunda mah lamun dibere pancen naon wae kudu ngajalankeun kawajiban anu bener.
4. Hubungan Jeung Lingkungan Alam
Manuk hiber kujangjangna, jalma hirup ku akalna, urang sunda ngabogaan kayakinan yen tiap-tiap mahluk boga carana sorangan dina ngajalankeun kahirupanna.
Jawadah tutung biritna, sacara-carana urang sunda kudu ngahargaan kana kabiasaan batur sanajan beda jeung urang sorangan.
5. Kamajuan Lahiriah Ku Jalan Taat kana Norma-norma
Ulah pagiri-giri, pagirang-girang tampian, urang sunda teu meunang parebut kakawasaan jeung jabatan.
Ulah ngukur baju sasereg awak, urang sunda teu meunang ningali masalah tina kapentingan pribadi.
Ulah nyaliksik ku buuk leutik, urang sunda teu meunang meres ka jelema leutik (rahayat).
Ulah kumeok memeh dipacok, urang sunda teu meunang mundur samemeh ihtiar.
Kudu bisa kabula kabale, urang sunda mah ka bisa hirup dimana wae, wawuh/gaul jeung saha wae (fleksibel).
Mun teu ngopek moal nyapek, mun teu ngakal moal ngakeul, mun teu ngarah moal ngarih, urang sunda mah kudu bisa usaha satekah polah (maksimal) keur nedunan pangabutuh”.
Kahatur kanggo ka Urang Sunda sadayana anu aya dimana wae,mudah-mudahan 5 Pandangan Hirup ieu sing jadi hiji patokan jeung cermin urang sadaya dina enggoning ngalakonan kahirupan didunya.
Mugia Urang Sunda salawasana sing jadi WAWANGI di Nusantara……….Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)

